Tuhan Meninggikan Orang yang Rendah Hati

(Amsal 25:6-7 ; Mazmur 112 ; Ibrani 13:1-8, 15-16 ; Lukas 14:1, 7-14)

Hidup terhormat adalah impian setiap orang. Oleh karena itu setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan rasa hormat dari orang lain. Kadang ironinya untuk mencapai hal tersebut dilakukan dengan cara yang tidak terhormat. Terhormat adalah keadaan atau kondisi yang terjadi karena pengakuan dari pihak lain, bukan merasa terhormat. Pertanyaannya adalah untuk menjadi terhormat itu bagaimana sih caranya?

Banyak orang menganggap bahwa kehormatan itu diperoleh dari sesuatu yang kita capai dalam hidup ini, misalnya kekuasaan atau kekayaan. Makin berkuasa kita atau makin kaya, maka semakin terhormat kita. Apakah pendapat seperti ini benar? Untuk menjawabnya marilah kita mengacu kepada pendapat Tuhan Yesus. Menurut Yesus, kehormatan dapat dicapai dengan hidup takut akan Tuhan. Hidup semacam ini membuat orang akan berbuat kebaikan karena Tuhan baik. Hidup peduli kepada sesama karena Tuhan sudah peduli dengan kita.

Secara hakiki manusia itu tidak layak untuk dihormati, karena manusia sudah merusak citra dirinya. Citra Tuhan (Imago Dei) sudah hilang karena kejatuhan manusia ke dalam dosa. Manusia berdosa ini harus dipulihkan agar bisa menjalani kehidupan yang terhormat. Manusia berdosa tidak layak untuk meninggikan diri. Oleh karena Tuhan peduli dengan manusia, maka Dia turun ke bumi menjadi manusia untuk memulihkan citra yang rusak itu. Jadi bagi kita yang sudah diangkat Tuhan dari lembah kematian, apakah kita masih sanggup untuk sombong? Kita ini bukan siapa-siapa di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, jadilah manusia yang rendah hati dengan peduli kepada sesama, agar kita ditinggikan oleh Tuhan.

Menolong orang lain, menebar kebaikan kepada sesama bukanlah untuk mencari kehormatan, melainkan pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena kita sudah dipulihkan. Marilah kita menjaga citra kita sebagai manusia yang dicipta dengan menyandang citra Allah dengan hidup takut akan Tuhan. Kalau kita merendahkan diri bukannya kita rendah melainkan karena penghormatan terhadap kemuliaan Allah. Yesus Kristus akan tetap mengasihi kita, karena Dia tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Terpujilah Tuhan!

(ENO-010919).

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *