Iman Yang Penuh Keberanian

Bacaan diambil dari Kejadian 17 : 1–7, 15-16; Mazmur 22:23-31; Roma 4 : 13 – 25; Markus 8 : 31 – 38

Pdt. Andri Purnawan yang menulis rancangan khotbah hari ini, Minggu 25 Februari 2018, mengutip kalimat yang pernah diungkap Sir Winston Churchill (Perdana Menteri Britania Raya 1940-1945, 1951-1955 ) , “I have nothing to offer but blood, toil, tears, and sweat”, yang artinya “Saya tidak mempunyai apa-apa untuk ditawarkan kecuali darah, kerja keras, air mata dan peluh”. Kalimat tersebut diucapkan untuk membangkitkan semangat bangsanya dalam Perang Dunia II agar pantang menyerah. Ada lagi kalimat penyemangat lainnya, “Kita akan mempertahankan pulau kita, walau berapa pun harganya; kita akan bertempur di pantai, kita akan bertempur di tempat pendaratan, kita akan bertempur di padang dan di jalan, kita akan bertempur di bukit, sekali-kali kita tidak akan menyerah…”
Ciri khas seorang pemimpin besar adalah kejujuran dan keberanian. Dalam Injil Markus yang kita baca hari ini, Yesus pun melakukan hal yang serupa. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang (Markus 8:31-32). Ungkapan tersebut mungkin terdengar terlalu revolusioner dan “membahayakan” di tengah kehidupan umat yang berada dalam cengkeraman ganda penjajahan Romawi dan masifnya dominasi para pemimpin agama Yahudi. Namun, memang itulah yang dilakukan Yesus , yaitu memberikan Diri-Nya secara total dan tanpa kompromi untuk menyatakan Kerajaan Allah. Pengajaran-Nya tentang keberanian menderita menegaskan kehadiran-Nya di dunia ini, bahwa Ia datang bukan untuk membuat hidup manusia lebih mudah, melainkan untuk membentuk manusia yang lebih mulia. Oleh sebab itu, Yesus juga menuntut kita para pengikut-Nya, untuk berani menyangkal diri dan memikul salib. Orang yang tidak berani mempertanggungjawabkan iman di tengah kehidupan, sama dengan orang yang malu memberitakan keberanian Yesus. Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya (Markus 8:38).

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *